Social Icons

Jumat, 25 Januari 2013

Antara Bromo-Malang

“BROMO” Siapa yang gak kepengen ketika ada yang menyebut tempat itu. Yah, menurut wikipedia bromo adalah  gunung berapi yang masih aktif dan paling terkenal sebagai obyek wisata di Jawa Timur. Sebagai sebuah obyek wisata, Gunung Bromo menjadi menarik karena statusnya sebagai gunung berapi yang masih aktif.
Bromo mempunyai ketinggian 2.392 meter di atas permukaan laut itu berada dalam empat wilayah, yakni Kabupaten Probolinggo, Pasuruan,Lumajang, dan Kabupaten Malang. Bentuk tubuh Gunung Bromo bertautan antara lembah dan ngarai dengan kaldera atau lautan pasir seluas sekitar 10 kilometer persegi.
Gunung Bromo mempunyai sebuah kawah dengan garis tengah ± 800 meter (utara-selatan) dan ± 600 meter (timur-barat). Sedangkan daerah bahayanya berupa lingkaran dengan jari-jari 4 km dari pusat kawah Bromo.
Gak perlu panjang lebar, langsung saja, Alhamdulillah mimpi untuk bisa menikmati keagungan Allah di kawasan gunung Bromo tercapai juga. Berawal dari sebuah rencana untuk mengisi liburan di semester 3 ini kami (mbah fuad, amri, faris, adin, alip, dan roni) merencanakan untuk berlibur ke Malang dan sekitarnya. Awalnya kami ber enam tidak merencanakan untuk menjelajahi gunung Bromo. Jatim park, BNS, WBL lah yang awalnya kami jadikan obrolan. Yah, tiket menuju kota Malang akirnya berhasil kami pesan pada tanggal 8 Januari 2013. Karna konsepnya liburan kali ini adalah backpacker maka kami memesan 6 tiket ekonomi yang murah dan sangat terjangkau. Namun karena tidak ada kereta ekonomi Jogja-Malang, dan kota terdekat untuk menuju ke Malang adalah Surabaya maka dipesanlah tiket kereta Gaya Baru Malam Selatan (GBMS) seharga 33.500K untuk keberangkatan tanggal 21 Januari 2013. Biar gak kebingungan cari tiket saat mau pulang akirnya kami juga membeli tiket pulang tanggal 24 Januari 2013 siang. Sedikit melenceng dari rencana kami untuk berangkat pada hari minggu 20 Januari 2013, namun tidak masalah karna kami ber 6 sepakat dan semuanya menyetujui.
Tiket jogja-surabaya sudah ditanggan. Dan keberangkatan masih 2 minggu lagi, kebetulan 2 minggu itu adalah penentu nasib kuliah kami selama di semester 3 itu (Ujian akir semester) . Sambil mempersiapkan rute perjalanan dan lain sebagainya sempet terfikir dibenakku untuk merubah rute perjalanan. Penasaran dengan GUNUNG BROMO, akirnya kubuka leptop dan iseng2 googling perjalanan menuju ke bromo, cari info yang seabrek tentangbromo. Setelah berhari2 (berjam2 ding) berada di dunia maya, akirnya kutemukan sebuah cerita di blog yang lumayan bisa dijadikan untuk motivasi dan referensi perjalanan. Melihat blog tersebut, yang hanya dengan budget 300k sudah bisa sampai menyusuri Bromo akirnya kutawarkan ke 5 teman ku yang sebetulnya mereka “manut” kalu diajak kemana aja (asal gak diajak nyebur jurang).
Setelah melalui perdebatan yang sangat panjang, kami ber 6 mantap memutuskan untuk merubah perjalanan kami ke BROMO, tapi rencana untuk menjelajahi malang tetap tidak kami batalkan.
Senin, 24 Januari 2013.
Berawal dari keberangkatan menuju Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, tepat pukul 19.00 sampailah aku di kontrakan “Ceria” tempat kami berkumpul. Meski hujan badai membasahi bumi Yogyakarta pada hari itu, akhirnya kami ber 6 berkumpul tepat pukul 20.30, yah 30 menit sebelum keberangkatan kereta. Setelah kami berkumpul, langsung menuju mobil yang saya siapkan untuk mengantar kami ber 6 menuju Lempuyangan. Sampailah kami di stasiun Lempuyangan dan langsung masuk menuju peron.
Berhubung jam keberangkatan masih sekitar 30 menit an lagi timbullah niat jahat untuk “menarsis” ria dan dikeluarkan lah sebuah senjata untuk “njepret”. Belum sempat melakukan kejahatan di peron stasiun tersebut tiba2 ada sebuah security yang mendatangi dan berkata “ma’af mas, dilarang berfoto2 di dalam stasiun” sontak kami semua kaget dengan perkataan security tadi, karna kami ber 6 pada dasarnya adalah orang yang baik-baik langsung saja kumasukkan kamera kembali kedalam tas. Dan gagal lah misi kami untuk mengabadikan momen sebelum keberangkatan kami. Suara khas stasiun kereta berbunyi dan memberitahukan bahwa kereta kami mengalami keterlambatan 1,5 jam dari jadwal. Spontan kami ber 6 berteriak sebagai ungkapan kekecewaaan atas keterlambatan kedatangan kereta kami. 1,5 jam bukan lah waktu yang sebentar untuk menunggu. Hanya bosan lah yang berada di benak kami. Andaikan tidak dilarang berfoto di stasiun, tidak akan ada rasa bosan yang mengahampiri. Satu setengah jam berlalu, akirnya kereta kami datang dan berhenti di stasiun Lempuyangan. Langsung saja kami naik ke kereta tersebut dan duduk di kursi yang kami sesuai dengan tiket. Tidak lama kemudian kereta mulai berjalan, dan kami pun tertidur di dalam kereta tersebut.
Stasiun Gubeng Surabaya
           Tepat pukul 05.00 kami tiba di stasiun Gubeng Surabaya. Setelah turun dari kereta kami bergegas ke mushola untuk menjalankan ibadah sholat Subuh. Karena barang2 yang kami bawa banyak maka kami bergantian untuk sholat. Setelah sholat subuh, bergegaslah kami keluar dari stasiun untuk melanjutkan perjalanan menuju Probolinggo. Untuk menuju probolinggo kami harus naik bus dan untuk mencari bus jurusan surabaya-probolinggo kami harus menuju terminal purabaya. Keluar dari stasiun gubeng di hapirilah kami oleh bapak2 dan menawarkan rental mobil. karna kami tidak butuh rental mobil maka kami tolak lah penawaran bapak2 tersebut dan kami jelaskan tujuan kami yang sebenarnya. Akirnya bapak tersebut menawarkanuntuk mengantar ke terminal purabaya dengan tarif 10K per orang. Berfikir sejenak dan tentunya menego tawaran bapak2 tersebut. Setelah berfikir dan menego disepakatilah tarif 55K untuk kami ber 6 diantarkan menuju terminal. Sampai di terminal kami bergegas mencari bus LADJU yang tujuan akirnya kota Probolinggo, yaah dengan tarif 14K kami sudah berpindah tempat di terminal Probolinggo. Tepat pukul 06.00 kami sampai di terminal Probolinggo dan tidak perlu masuk ke dalam terminal, karna angkutan yang kami cari bison/COLT sudah berjejer rapi di sebelah kanan pintu masuk terminal. Dapatlah angkot tersebut, setelah menunggu 1 jam di dalam angkot dan sambil menunggu angkot penuh berangkatlah Bison tersebut menuju Cemoro Lawang Ngadisari (kota terakir menuju bromo). Perjalanan dari terminal menuju ngadisari kurang lebih 1,5 jam dengan menaiki pegunungan. Pemandangan di perjalanan sangatlah indah, dan hawa dingin khas BROMO sudah terasa di perjalanan.
Sampailah di desa Cemoro Lawang Ngadisari, karna saat masih di probolinggo tadi saya sudah tanya2 untuk penginapan maka berhentilah bison tersebut di sebelah homestay/penginapan. Setelah perjalanan panjang dan rasa ingin segera menidurkan badan sejenak langsung saja kami check in, tentunya dengan menawar harga sewa kamar tersebut, karna kami ber 6 kami sewa 2 kamar yang masing2 kamar terdiri dari 2 bed yang cukup buat tidur bertiga.
Karna penasaran dengan keindahan gunung bromo, bergegaslah kami untuk keluar dari penginapan dan hilanglah niat untuk beristirahat seejenak. Jaket tebal, syal, masker, sarung tangan dan kupluk sudah kami kenakan, karna hawa dingin di sekitar bromo cukup extreme sekali. Yah berjalanlah kami ke semuah tebing dan Subhanallah, maha besar Allah gunung bromo dan gunung bathok terlihat dari atas tebing tersebut, meskipun agak tertutup kabut. Dari tebing tersebut terdapat jalan setapak yang digunakan warga setempat untuk turun ke kaki gunung bromo, tanpa pikir panjang kami langsung beranjak melewati jalanan kecil tersebut yang penuh dengan kotoran jaran. Dilihat dari atas tebing posisi gunung bromo hanya lah 1km dari kami berdiri. Ternyata setelah kami jalan menuju kesana MasyaAllah, “uadohhh tenan”. Dengan semangat yang membara sampailah kami di bawah gunung bromo, karna kami ber 6 belum sarapan maka dibelilah 1 mangkuk mie instan rebus seharga 5K,. Mie instan sudah berpindah ke dalam perut kami, di sebelah tenda tempat kami beli mie terdapat ibu2 yang berjualan bunga edelweis, cukup menarik untuk di bawa pulang, dengan harga 10K lumayan buat oleh2 pacar atau keluarga dirumah hehe. Naiklah kami ke puncak bromo dengan melewati gundukan pasir yang cukup terjal dan sampailah ke anak tangga.
Tangga menuju puncak kawah bromo
 Anak tangga yang kurang tau berjumlah berapa itu cukup membuat kami ber 6 merasakan capek yang luar biasa namun setelah sampai di puncak rasa capek hilang dengan sendirinya.
Puncak bromo sudah kami takhlukkan dengan berjalan kaki. Puas berfoto2 diskitar bromo bergegaslah kami turun dan menuju penginapan. Sampai penginapan tepat pukul 16.00 sore dan kami ber 6 langsung tidur, tapi tidak lupa sholat dhuhur dan asar dulu.
Rabu, 23 Januari 2013
Tepat pukul 03.00 pagi kami sudah terbangun karna alarm yang sudah kami set jam segitu. Bangun dan mematikan alarm dan tidur lagi. Rencana kami pagi itu adalah menuju pananjakan2 Ojek yang kami sewa sudah berjejer di depan penginapan. Karna kami br 6 maka disewalah 3 ojek seharga 300K yang siap mengantar kami ke semua tempat indah di sekitar bromo. Pukul 04.15 kami berangkat menuju penanjakan2 dan udara pagi di kawasan bromo sangat “anyes”(dingin) sekali. Samapailah kami di parkiran pananjakan2. Dari parkiran kami harus naik ke atas dngan berjalan kaki, kurang lebih 30 menit kamiberjalan menuju keatas pananjakan 2. Sampailah di pananjakan2 dengan hawa dinggin yang super ekstrem. Dan ternyata rombongan kami lah yang pertama menginjakkan kaki di atas pananjakan, Di samping kami duduk terdapat ibu2 yang berjualan minuman hangat, seperti kopi, energ#n dan lain sebagainya. Gelas berisi minuman hangat sudah kami pegang, dan panas pada minuman tersebut langsung hilang dengan perlahan karna saking dinignya pananjakan2. Setelah kami ternyata banyak wisatawan baik lokal maupun turis dan berdatangan. Mereka dan kami berharap cuaca pagi itu cerah dan tidak berkabutsehingga kami dapat melihat keindahan matahari menampakkan wujudnya.
Karna kebetulan kabut yang tebal menyelimuti sekitar pananjakan matahari pun malu2 menunjukkan keidahanya, hanya sempat melihat sinar merah dari matahari yang sangat singkat sekali. Dan inilah yang kami dapatkan di atas pananjakan2.
Sunrise yang singkat
 Rasa  kecewa karna tidak bisa melihat sunrise kami abaikan, karna masih ada harapan menuju padang savana/ bukit teletubies yang katanya tidak kalah indah. Turun dari pananjakan disambutlah kami oleh ojek yang kami sewa tadi dan tapa basa basi langsung saja menuju bukit teletubies. Kabut tebal dan grimis menyelimuti perjalanan kami menuju bukit teletubies. Setelah membayar retribusi sebesar 30K untuk kami ber 6 lanjutlah kami memasuki padang pasir yang sangat luas yang orang situ menyebut pasir berbisik. Lagi2 Hujan menemani perjalanan kita menuju bukit teletubies tersebut. Sampailah kami di sebuah tempat parkir dan masuk lah kami di bawah tenda tempat ibu2 berjualan untuk bertduh dan menghangatkan tubuh. Harga minuman disini standar 5K untuk segelas kopi, energ#en, jahe dsb.
Hujan dan kabut menutupi pandangan kami dan belum nampak keindahan bukit teletubies yang kami harapkan bakalan lebih indah dari pananjakan2. Yah, dan lagi2 kami kecewa dengan cuaca yang kurang bersahabat dengan kami. Meski begitu kami tidak lupa mengabadikan keindahan bukit teletubies yang terhalang kabut. Dari bukit teletubie kami beranjak menuju pasir berbisik. Lagi2  hujan menemani perjalanan kami. Sampailah kami di sebuah tempat pasir terhampar luas dan tertutup oleh kabut. Tidak lama kami disitu karna hujan masih menemani kami. Setelah puas berfoto2 kami melanjutkan perjalanan pulang menuju penginapan. Sebetulnya masih ada 1 temapt yang sesuai kontrak kami dengan tukan ojek yaitu “batu singa”, karna hujan masih menemani kami maka kami batalkan untuk menuju “batu singa”. Sampailah kami di penginapan dan langsung terkaparlah kami di penginapan.

Sampai pukul 08.30 kami masih berada di penginapan. Dan karna bosan berada di kamar kami ber 4 jalan melihat keindahan sekitar penginapan. 2 teman kami menyempatkan diri untuk mandi meskipun air disana cukup Nyess. Ternyata terdapat keindahan lain selain keindahan sunrise. Tanamanan sayur dan buga yang berada di sebelah penginapan menjadi objek kami untuk berfoto2. Setelah puas berfoto2 disekitar penginapan bergegaslah kami kembali ke penginapan untuk packing. Karna kami menyewa penginapan hanya sampai jam 12 saja dan sudah ada janji dengan calo bison tepat pukul 12 kami dijemput untuk turun ke kota probolinggo. Selesai packing tepat pukul 09.45 karna kontrak penginapan belum habis kami masih stay di dalam kamar. Langit di sekitar bromo berubah menjadi biru yang menyejukkan mata. Bergegaslah kami keluar dari kamar dan tidak lupa kami berfoto2 sebelum meninggalkan Cemoro Lawang. Tebing tempat petama kali kami menginjakkan kaki begitu sampai d bromo kami datangi lagi. 
GunugnBathok
Subhanallah, puncak bromo dan gunung bathok terlihat megah dengan datangnya awan biru. Cukup lama kami berada di tebing tersebut untuk berfoto2 tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul11.30 dan 30 menit lagi kami sudah di usir dari penginapan.

Kembalilah kami ke penginapan untuk mengambil barang2 kami dan bergegas turun mencari si Agung (calo bison) yang sudah janji mau menjemput kami ber 6. Ternyata agung gak menepati janji, yah setelah kami konfirmasi keberadaan dia ternyata masih ebrada di Pangkalan Bison Kota probolinggo. Namanya juga Calo dia langsung menawarkan jemputan pada kami dengan tarif 30K per orang. Leih mahal 5K dari tarif yang sebenarnya. Dengan cepat kami menolak tawaran tersebut dan langsung lah kami naik bison yang sudah stay di dekat penginapan. Di dalam bison kami hanya br 6 dan 1 orang turis manca asal jepang. Lagi2 sopir PHP, karna kami hanya ber 7 (temasuk turis)  ditawarkanlah harga 30rb untuk perjalanan turun ke kota probolinggo. Kami tanya alasannya ternyata kalau hanya 7orang X 25.000 supir akan rugi, oleh karena itu sopir menaikkan harga menjadi 30rb dengan fasilitas tambahan “NO STOP-STOP” alias tidak berhenti2. Maksut dari NO STOP-STOP adalah sopir tidak menaikan penumpang lagi selama di perjalanan. Setelah si fuad menawarkan tarif 30K kepada turis jepang tersebut dengan bahasa dia sontak si turis terkaget dan berkata “Why” dan terkaget2. Fuad berussaha menjelaskan alasan si supir menaikkan tarif angkotnya. Yah lagi2 keberuntungan tidak berpihak pada kami, dan turis tersebut lebih memilih untuk pulang besok dan menyewa penginapan lagi daripada membayar 30K. Tinggal lah kami ber 6 di dalam angkot, dan molor lah perjalanan kami turun menuju terminal probolinggo.
Untungnya sopir tidak menawarkan harga spesial buat kami ber 6. Bisa2 per orang ditarif 50rb untuk samapai di kota probolinggo. Busyet dahhh!!. Setelah menunggu satu jam lamanya dan perut kami yang belum terisi nasi dari pagi akhirnya datanglah 6 orang turis yang katanya hari itu juga mau meninggalkan cemoro lawang, yah merekalah harapan kami. Setelah si sopir mendatangi mereka, kabar bagus datang menghampiri kami. Turis tersebut bersedia untuk turun bersama kami dan kami harus menunggu mereka packing dan makan siang. Sudah 2 jam kami menunggu di angkot. Dan angkot bergegas berjalan naik ke depan penginapan 6 orang turis itu brada. Ternyata eh ternyata ke 6 turis tersebut tidak “rumongso” kalau sudah kami tunggu. Mereka malah berasik2an di dalam rumah makan penginapan mereka yang terlihat jelas dari kaca jendela tempat bison terparkir di depannya. Menunggu adalah hal yang paling membosankan apalagi dengan perut yang belum terisi oleh sesua nasi pun. Setelah 30 menit lebih menunggu, ke 6 turis tersebut masuk ke angkot dan berjalanlah angkot tersebut.
Kali ini sang sopir tidak ditemani seorang “kenek”, artinya bison akan terus melaju sampai terminal Probbolinggo. Kabut yang tebal diterjang begitu saja. Dan sampailah kami di terminal Probolinggo. Samapai terminal yang pertama kali kami cari adalah warung makan. Setelah dapat kami memesan beberapa makanan dan sambil menunggu pesananan kami datang kami bergantian untuk mandi dan sholat di lingkungan terminal tersebut. Di tempat itu kami putuskan untuk memending liburan ke Malang, karna sudah terlalu capek di bromo dan budget kami sudah membengkak untuk Bromo saja. Tepat pukul 17.15 kami berangkat dari terminal menuju Surabaya, Bus AKAS ASRI yang akan mengantarkan kami menuju Surabaya. Dengan tarif 13k dan perjalanan selama 3 jam kami sudah diantarkan ke surabaya. Sampai purabaya kami bergegas turun dan keluar dari terminal. Sampai depan gerbang keluar terminal Amri mulai gelisah, Tripod (penyangga kamera) yand dia bawa ternyata masih tertinggal di alam bus. Dan lagi2 kberuntungan tidak di pihak kami. Apa boleh buat kami terpaksa mengikhlaskan tripod tersebut. Lantas kami cari angkot tujuan StasiunGubeng. Kami harus oper angkot untuk menuju stasiun gubeng surabaya. Dengan tarif 6k seharusnya kami sampai stasiun gubeng. Sewaktu oper angkot kami ber 6 lupa mengkode supir untuk berhenti di stasiun gubeng. Akhirnya nasib kurang beruntung lagi yang kami dapat. Stasiun gubeng sudah kami lewati 3 kilo yang lalu. Begitu amri tanya sopir “Stasiun gubeng masih jauh pak??” langsung hboh sang sopir, wahhhhhhh kog tadi gak bilangg mau turun di Gubng mas, udah lewat 3 kilo yang lalu mas. Langsung lah kami turun dari angkot dan brjalan balik ke arah stasiun.
Sebenarnya kami disarankan untuk naik angkot F lagi, karna kelihatanya jalan lebih asyik dan jarak juga tidak terlalu jauh maka kami putuskan untuk berjalan. Berhenti sjenak di depan Mall yang sangat sepi. Ternyata di surabaya banyak sekali terdapat Mall yang pailit alias bangkrut. Setelah berhenti untuk mengistirahatkan kaki kami melanjutkan perjalanan. Tinggal 1KM lagi dan caek sudah mulai megampiri, dari banyak angkot yang berhenti menghampiri kami ber 6 dan kami tolak karna niat kami adalah untuk jalan kaki. Lagi2 sebuah angkot menghampiri dan menyuruh kami naik angkot dan si supir berteriak “GRATISSSSSS” ternyata angkot yang menhampiri kami adalah angkot yang kami naiki tadi. Sang supir yang baik hati ternyata masih ingat dengan kami, bergegaslah kami naik angkott GRATIS itu kembali dan diantarkan samapai depan stasiun gubeng. Dan ternyata betul kami ber 6 tidak di pungut biaya alias GRATISS. Turun dari ankit langsunglah kami bersandar di tembok stasiun Gubeng lama, ternyata stasiun gubeng terbagi menjadi 2 yaitu Gubeng Lama dan Gubeng Baru.
Tepat di depan emperan gubeng lama terdapat sebuah angkringan yang menjajakan sajian khas brselera (lagu yogyakarta) wkwkw. Karna perut terasa lapar kami bergantian mendatangi ankringan tersebut. Setelah adin, fuad, roni, alip kenyang mengisi perutnya tinddal giliran ku dan amri. Karna belum terasa lapar maka aku ber2 tidak langsung makan tapi menuju mushola dengan mengajak roni untuk sholat isya’ dan maghrib. Dan kami bergantian sholat lagi. Samapai situ kami belum kepikiran mau tidur dimana karna tiket pulang yang kami pesan berangkat pada siang hari jam 14.00. setelah aku fuad dan amri survei di stasiun gubeng baru ternyata ada barisan kursi yang berjejer yang disediakan untuk ruang tunggu. Akirnya kami berpindah di gubeng baru dan beristirahat di atas kursi tersebut.
Pagi mulai menghampiri, suasana stasiun menjadi ramai pnuh dengan penumpang yang berwira wiri di stasiun. Selama 14 jam kami berada di stasiu gubeng. Setelah mengisi perut dan mandi tinggal 1 jam sblm keberangkatan bergegaslah kami memasuki peron Stasiun Gubeng. Yang kami cari pertama adalah FREE CHARGER, yah, buat mengisi kembali batrai hape yang sudah sekarat.
Free Charger 
 Menunggu 1 jam lamanya akirnya kereta GBMS berhenti di stasiun gubeng untuk menjemput kami dan penumpang lainya tepat pukul 14.00 kereta berangkat. 5 jam berlalu dan Alhamdulillah akhirnya sampailah kami di Jogjakarta.
Liburan kali ini memberikan banyak pengalaman kepada kami ber 6. Meskipun sedikit kecewa karna cuaca kurang bersahabat namun liburan kali ini sangat2 lah berkesan, 300rb sudah bisa sampai bromo, Rincian biaya bisa dilihat di sini. Next time Semoga bisa mengunjungi BROMO lagi bahkan gunung sebelahnya alias Mahameru dengan cuaca yang lebih baik. Cukup sampai disini cerita perjalanan kami. Dokumentasi bisa dilihat di siniDaaaaaaaaaaa.. 







RIncian Biaya Ke Bromo

Gunung Bathok














Jalur yang kami lalui untuk menuju Bromo dari Jogja Lewat Surabaya:
Lempuyangan (jogja) – Gubeng (surabaya)- Terminal Purabaya - Terminal Probolinggo -  Cemoro Lawang Ngadisari – Pananjakan –Cemoro Lawang- Probolinggo- Surabaya-Jogja

      Rincian biaya perjalanan kami ber 6:
           Tiket kereta Ekonomi GBMS PP Rp. 402.000
Carter mobil dari Gubeng ke Purabaya Rp.55.000
Bis Ekonomi tujuan Probolinggo Rp. 84.000
Elf/ bison/angkot menuju Cemoro Lawang Rp.150.000
Penginapan Rp. 300.000
Mie instan Rp. 30.000  
Aqua   Rp. 5000
Makan siang   Rp. 60.000
Sewa ojekkeliling bromo Rp. 300.000
Kopi  Rp. 30.000
Tiket masuk kawasan bromo  Rp. 30.000
Roti + Kopi Rp. 42.000
Elf/ bison/angkot menuju Probolinggo Rp. 150.000
Makan siang Rp. 60.000  
Bis ekonomi Probolinggo-Surabaya Rp. 78.000  
Angkot purabaya-gubeng  Rp. 36.000  
TOTAL    Rp. 1.812.000 


Pengeluran biaya ber 6 selama perjalanan di bromo sebesar Rp. 1.812.000/6= Rp. 302.000/@. Belum termasuk beaya makan tambahan dan kebutuhan pribadi.

Tips Berkunjung ke Bromo:
1.      Gunakan pakaian yang tebal serta penutup telingga dan sarung tangan,
2.      Bawa bekal makanan yang banyak, karna makanan di sekitar bromo sangat mahal.
3.      Apabila ingin mendirikan tenda persiapkan perlengkapan dengan baik
4.      Sebaiknya berkunjung ke bromo pada waktu musim kemarau, agar tidak terhalang olh kabut dan hujan.
5.      Carilah masa sebanyak2 nya. Semakin banyak orang yang ikut bersama anda maka pengeluaran akan lebih murah.
6.      Bersiaplah dengan sgala kemungkinan yang datang tiba2 sewaktu perjalanan maupun sewaktu di lokasi bromo.


      

Jumat, 11 Januari 2013

Membuat Blog di Blogspot

Pada artikel ini, kita akan belajar membuat blog di Blogspot. Artikel ini 
diperuntukkan bagi pemula yang sedang belajar membuat blog. Jika anda
 sudah punya blog, tentu artikel ini bukan untuk anda. Mari kita belajar 
membuat blog di Blogspot / Blogger


Membuat blog di Blogger / Blogspot sangat mudah, semudah menghitung 1,2,3. 
Yang perlu diperhatikan, kita harus punya lebih dulu account email dari
 Gmail.com (jika belum punya, buat lebih dulu. Mudah dan gratis, kok). Jika 
sudah punya akun email di Gmail, saatnya kita memulai membuat blog.

1. Klik link Blogger.com untuk mulai membuat blog.


2. Klik Ciptakan Blog Anda (gambar panah) sehingga muncul form 
pendaftaran blog baru.


3. Isi semua kolom yang disediaka. Jangan lupa beri tanda centang pada 
Saya menerima Persyaratan dan Layanan. Klik Lanjutkan.


4. Beri nama Blog anda (judul blog) dan tuliskan alamat url yang dikehendaki.
 Cek dulu ketersediaan nama yang dipilih, siapa tahu nama tersebut sudah 
dipilih orang. Caranya, klik pada link cek ketersediaan. Jika alamat yang kita
 pilih sudah dipakai orang, akan ada pemberitahuan seperti gambar di atas. 
Itu tandanya anda harus memilih nama yang lain.


5. Jika nama yang anda pilih belum diambil orang, akan keluar keterangan 
alamat blog ini tersedia. Artinya kita bisa memakai alamat ini. Isikan 
verifikasi kata sebagai pengaman bahwa yang sedang membuat blog ini 
adalah manusia, bukan robot program. Selanjutnya klik Lanjutkan.


6. Pilih salah satu template yang tersedia (kita bisa mengganti template
 bawaan dari Blogger ini dengan template yang banyak tersedia 
di Internet pada pengaturan blog nanti). Lanjutkan.


7. Blog anda sudah jadi. Saatnya mulai mengisi blog dengan tulisan dan
 atau mengatur tampilan blog anda.


(Sumber Artikel: Belajar Membuat Blog di Blogspot )